Hewan peliharaan ikan

Minggu, 17 Februari 2013

Buah Khuldi, Simbol Pembelajaran Tuhan Terhadap Manusia

Benarkah pembelajaran manusia runtuh dan mengalami kegagalan pada saat manusia pertama Adam dan Hawa memakan buah khuldi disurga? Apakah memang Tuhan berkehendak menguji ketaqwaan Adam dan Hawa dengan menyiapkan buah Khuldi sebagai medianya? Kenapa mesti buah khuldi? kenapa Tuhan menciptakan buah kuldi? mengapa buah kuldi tersebut ditempatkan di surga bersama Adam dan Hawa? Alasannya apa yang menjadikan Adam dan Hawa tidak diperbolehkan memakan buah kuldi? kenapa Adam dan Hawa memakan buah kuldi yang menjadikannya diturunkan ke dunia? Tuhan kok tidak langsung saja menciptakan manusia di alam dunia? Sederet pertanyaan ini memang bisa menjadi bahan diskusi yang menarik, dan bisa jadi ulasan untuk menjawabnya akan jadi buku tersendiri, heheh.Untuk mampu menjawab pertanyaan diatas tentu harus diserahkan pada ahlinya yang berkompeten. Posting ini hanya sekedar mengajak anda sekalian memahami sedikit hal tentang buah khuldi, yaitu buah yang menjadi simbol dari  perintah Tuhan yang berupa larangan bagi sepasang manusia pertama tersebut.
Sebagai manusia kita juga sangatlah terbatas untuk menjawab sederet pertanyaan diatas, karena ada pertanyaan yang mutlak menjadi wilayah Tuhan dan belum bisa diketahui latar belakangnya, karena belum ada rujukan sahih untuk dijadikan pegangan.
Larangan Tuhan pada Adam dan Hawa sewaktu masih hidup di surga ternyata dilanggar, hal ini dapat dimaknai bahwa manusia adalah tempatnya salah, dosa dan lupa. Meskipun jelas-jelas karena pengaruh bisikan setan berupa kebohongan, maka hasilnya adalah Adam dan Hawa akhirnya memakan buah kuldi juga.
“Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setanpun berkata: “Tuhan Kamu tidak melarangmu untuk mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga).”(QS Al-A’raaf:20)
Buah kuldi akhhirnya menjadi simbol dari penentukan patuh dan tidaknya Adam dan Hawa pada Tuhannya. Dalam kehidupan  kita sekarang, simbol ‘buah kuldi’ menjadi simbol dari serangkaian perihal keduniaan yang bisa menjadi ujian bagi manusia  untuk tidak patuh pada perintah Tuhannya.
Keberadaan ‘buah kuldi’ di surga seolah menegaskan bahwa semua yang ada di surga adalah baik, Allah sengaja memberikan batasan dengan boleh dan tidak atas adanya buah kuldi sebagai berkehendak menciptakan sesuatu dan menetapkan sunnatullah. Adalah hak Allah untuk menentukan segala sesuatu dengan segala konsekuensinya, termasuk bagi manusia pertama Adam dan Hawa.

Seperti ditegaskan dalam firmannya “…dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.”(QS Al-A’raaf:12). Karena manusia bukanlah malaikat yang sengaja diciptakan untuk bertakwa, patuh dan tidak diberi potensi untuk membangkang, melanggar atau melawan perintah Allah. Sedangkan manusia dipastika Oleh NYA  untuk  diberi potensi patuh, melawan, tunduk atau membangkang.
“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (QS. Thahaa : 120). yaitu agar kalian berdua tidak menjadi malaikat, sebagaimana firman-Nya :
Salah seorang ahli tafsir Ibnu katsir telah menafsirkan surat Al Baqooh ayat 35, beliau mengatakan dari Mujahid “dan janganlah kamu dekati pohon ini” berkata ia adalah pohon tin, demikian pula dikatakan oleh Qatadah dan Ibnu Juraih. Sedangkan Abu Ja’far ar razi dari ar Rubai bin Anas dari Abil Aliyah berkata bahwa ”siapa yang memakan buah dari pohon itu maka ia menjadi berhadats dan tidak sepatutnya di dalam surga terdapat orang yang berhadats.
Abdur Razaq berkata bahwa Abdurrahman bin Muhrib berkata,”aku mendengar Wahab bin Munbih berkata,’Tatkala Allah menempatkan Adam dan Hawa di surga maka Dia melarangnya dari memakan pohon. Pohon itu memiliki dahan yang bercabang-cabang sebagiannya dengan sebagian lainnya. Pohon itu mempunyai buah yang dimakan oleh para malaikat untuk kekalan mereka dan dia adalah pohon yang dilarang oleh Allah swt terhadap Adam dan istrinya.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon gandum. Ada yang mengatakan,”pohon anggur.” Ada pula yang mengatakan adalah pohon tin. Telah bercerita kepada kami syu’bah dari Abi adh Dhahak bahwa aku telah mendengar Abu Hurairoh berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,’Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon yang apabila seorang pengendara dibawahnya kerindangannya berjalan selama seratus tahun namun belum bisa mengitarinya yaitu pohon khuldi.
” Ini juga diriwayatkan dari Ghandar dan Hajjaj dari Syu’bah. Abu daud ath Thayalisi didalam musnadnya meriwayatkan dari Syu’bah juga. Ghandar mengatakan,”Aku berkata kepada Syu’bah bahwa itu adalah pohon khuldi.” Dia mengatakan,”tidak ada didalamnya (kalimat) pohon itu.” (Al Bidayah wa an Nihayah juz I hal 86)
Dari beberapa riwayat dan penjelasan diatas tampak bahwa Allah swt hanya menjadikan pohon khuldi itu sebagai ujian bagi Adam dan Hawa agar tidk mendekati dan memakan buah darinya. Meski pada akhirnya mereka berdua terkena bujuk rayu dan tipu daya setan sehingga memakannya yang menjadikannya diturunkan dari surga, sebagaimana dikatakan Ibnu Jarir dan riwayat dari Wahab bin Munbih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar